Langsung ke isi

Buka setiap hari 10.00–20.00· Alam Sutera · Cipinang · Sudirman Park

@lunixbeautybar

Skin Booster Adalah? Jenis, Manfaat, Sesi, dan Efek Sampingnya

Tim Lunix Beauty Bar · 31 Oktober 2026 · 7 menit baca

Skin booster adalah apa? Pengertian dan bedanya dengan filler

Skin booster adalah istilah umum untuk perawatan suntik yang memasukkan bahan aktif ke lapisan dermis, yaitu lapisan kulit tempat kolagen dan elastin berada. Tujuannya memperbaiki kualitas kulit: kelembapan, kehalusan tekstur, dan kilau. Skin booster bukan nama satu produk, melainkan payung untuk beberapa jenis bahan.

Bedanya dengan filler ada pada tujuan dan cara suntiknya. Filler menaruh gel yang lebih padat di titik tertentu untuk mengisi atau membentuk, misalnya pipi atau dagu. Skin booster umumnya disuntikkan dalam jumlah sangat kecil di banyak titik yang berdekatan, atau pada sebagian produk di beberapa titik saja lalu menyebar sendiri, sehingga bahan tersebar merata di bawah permukaan kulit. Yang dicari adalah kulit yang tampak lebih sehat, bukan bentuk wajah yang berubah.

Istilah skin booster kadang juga dipakai untuk serum atau krim. Artikel ini membahas skin booster suntik, yang tergolong tindakan medis dan dilakukan oleh dokter.

Jenis bahan skin booster dan cara kerjanya

Ada beberapa kelompok bahan yang umum dipakai. Cara kerjanya berbeda, dan kekuatan buktinya juga tidak sama.

Ada pula produk kombinasi, misalnya asam hialuronat yang dicampur vitamin, asam amino, atau antioksidan. Tinjauan ilmiah tahun 2024 mencatat bahwa bukti tentang kestabilan dan interaksi bahan dalam campuran seperti ini masih terbatas.

Jenis bahanApa ituYang diharapkanCatatan bukti
Asam hialuronat (tanpa atau dengan sedikit ikatan silang)Zat pengikat air yang juga ada secara alami di kulitKulit lebih terhidrasi dan tampak lebih bercahayaMeta-analisis 2025: hidrasi dan kilau membaik, tetapi hasil hidrasi sangat bervariasi antarstudi; elastisitas belum berbeda bermakna
Polinukleotida (PN) dan PDRNRantai DNA yang dimurnikan dari sel reproduksi ikan salmon atau troutMerangsang sel pembentuk kolagen dan mendukung perbaikan jaringanBanyak penjelasan cara kerjanya berasal dari studi laboratorium; uji pada manusia umumnya kecil
PRP (plasma kaya trombosit)Plasma dari darah kamu sendiri yang diprosesFaktor pertumbuhan dari trombosit untuk mendukung perbaikan kulitCara pengolahannya belum seragam; masih perlu penelitian lanjutan
Polimer biostimulator, misalnya asam polilaktatBahan sintetis yang perlahan terurai di dalam tubuhMemicu pembentukan kolagen baru secara bertahapBenjolan bisa bertahan lebih lama; jeda antarsesi umumnya lebih panjang, sekitar 6 minggu atau lebih

Manfaat skin booster yang realistis

Bagian ini sering terlewat, padahal penting supaya harapanmu pas. Tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2025 yang mengulas 12 uji klinis menyimpulkan suntikan asam hialuronat memperbaiki hidrasi dan kilau kulit. Namun hasil hidrasinya sangat bervariasi antarstudi, perbedaan elastisitasnya belum bermakna secara statistik, dan penulisnya menyebut masih perlu penelitian lanjutan.

Untuk polinukleotida, tinjauan tahun 2024 di jurnal Archives of Plastic Surgery mencatat sebagian besar studi klinisnya masih kecil, dan banyak penjelasan cara kerjanya berasal dari penelitian laboratorium. Potensinya ada, tetapi buktinya belum sekuat kesan yang sering muncul di media sosial.

  • Yang realistis: kulit terasa lebih lembap, tampak lebih segar dan bercahaya, dan pada sebagian orang tekstur halusnya membaik.
  • Bukan fungsinya: menambah volume, mengangkat kulit kendur, atau menghapus kerutan dalam.
  • Bukan pilihan utama untuk flek, melasma, atau bekas jerawat bopeng yang dalam. Kondisi ini biasanya ditangani dengan pendekatan lain, seperti obat oles, peeling, atau laser, sesuai hasil pemeriksaan.
  • Hasil tiap orang berbeda, dipengaruhi usia, kondisi kulit, kebiasaan, dan perlindungan dari matahari.

Berapa sesi skin booster yang umumnya dibutuhkan?

Skin booster jarang cukup sekali. Pola yang umum adalah 2 sampai 4 sesi awal dengan jeda sekitar 2 sampai 4 minggu. Sebagai gambaran, konsensus para ahli Eropa untuk polinukleotida memakai 3 sesi berjarak 3 minggu, sedangkan praktik di Korea umumnya 3 sampai 4 sesi setiap 3 sampai 4 minggu.

Hasilnya muncul bertahap, bukan seketika. Kulit butuh waktu beberapa minggu untuk merespons, terutama pada bahan yang bekerja dengan merangsang kolagen.

Efeknya juga tidak menetap, karena tubuh mengurai bahan suntikan sedikit demi sedikit. Pada polinukleotida, efek dilaporkan bertahan sekitar 6 sampai 12 bulan setelah rangkaian awal. Pada satu produk asam hialuronat yang dikombinasikan dengan gliserol, efek hidrasinya tercatat bertahan hingga sekitar 9 bulan setelah suntikan terakhir. Setelah itu umumnya perlu sesi lanjutan. Jumlah sesi dan jeda yang sesuai untukmu ditentukan dokter setelah memeriksa kulitmu.

Efek samping skin booster yang perlu kamu tahu

Skin booster tergolong tindakan minimal invasif, tetapi tetap punya efek samping. Kebanyakan ringan dan sementara.

Segera hubungi dokter yang menangani bila muncul nyeri hebat yang makin berat, atau kulit tampak pucat, kebiruan, atau berbercak seperti jaring; bila dokternya tidak bisa dihubungi, datanglah ke IGD. Bila penglihatan kabur atau terganggu, langsung ke IGD terdekat. Hubungi dokter juga bila ada tanda infeksi, seperti bernanah, terasa panas, atau bengkak yang makin meluas.

  • Umum: kemerahan, bengkak ringan, nyeri, memar kecil, dan bekas titik jarum. Biasanya mereda dalam hitungan jam sampai beberapa hari.
  • Bintil atau benjolan kecil di titik suntikan. Umumnya sementara, tetapi bisa bertahan lebih lama pada asam hialuronat dengan ikatan silang dan terutama pada asam polilaktat.
  • Jarang: reaksi alergi atau benjolan meradang yang muncul terlambat, bahkan berbulan-bulan kemudian; infeksi; serta bercak gelap pascaperadangan.
  • Sangat jarang tetapi serius: bahan menyumbat pembuluh darah, yang dapat merusak jaringan kulit atau mengganggu penglihatan.

Siapa yang sebaiknya tidak atau menunda skin booster?

Kondisi berikut perlu kamu sampaikan terus terang saat konsultasi. Sebagian membuat tindakan perlu ditunda, sebagian lagi membuat jenis bahan tertentu tidak cocok.

  • Sedang hamil atau menyusui. Data keamanannya belum memadai, sehingga praktisi umumnya menyarankan menunda.
  • Ada infeksi aktif di area yang akan disuntik, misalnya luka bernanah atau herpes.
  • Alergi ikan atau kerang. Polinukleotida dan PDRN berasal dari ikan, sehingga jenis ini umumnya dihindari.
  • Pernah mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis). Riwayat anafilaksis akibat sengatan lebah atau tawon juga perlu disebut, karena enzim pelarut asam hialuronat yang dipakai saat terjadi komplikasi bisa memicu reaksi silang.
  • Punya gangguan pembekuan darah atau sedang minum obat pengencer darah, karena risiko memar dan perdarahan lebih tinggi.
  • Punya penyakit autoimun seperti lupus atau skleroderma. Dokter perlu menimbang risikonya lebih dulu.
  • Berharap hasil seperti filler atau tarik benang. Untuk menambah volume atau mengencangkan kulit kendur, skin booster bukan pilihan yang sesuai.

Persiapan dan perawatan setelah skin booster

Sebelum tindakan, ceritakan riwayat alergi, obat dan suplemen yang kamu pakai, serta perawatan wajah yang baru dijalani. Dokter mungkin memintamu berhenti sementara memakai produk yang mengiritasi, seperti retinoid atau asam eksfoliasi, beberapa hari sebelum dan sesudahnya. Pada banyak praktik, krim anestesi dioleskan lebih dulu supaya suntikan terasa lebih nyaman; tanyakan pilihannya ke dokter bila kamu sensitif terhadap jarum.

Pastikan juga produk yang disuntikkan memang terdaftar sebagai obat atau alat kesehatan, bukan kosmetik. BPOM mengimbau masyarakat untuk tidak memakai kosmetik yang diaplikasikan dengan jarum atau microneedle, karena produk suntik harus steril. Untuk produk yang terdaftar di BPOM, nomor izin edar dan kategorinya bisa dicek di cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Produk berizin alat kesehatan didaftarkan di Kementerian Kesehatan, jadi tidak selalu muncul di situs BPOM; kamu bisa menanyakan nomor izin edarnya ke klinik.

Setelah tindakan, beberapa hal ini membantu pemulihan:

  • Jangan memijat, menggosok, atau menekan area suntikan, kecuali dokter menyarankan.
  • Kompres dingin bila terasa bengkak.
  • Lindungi kulit dari matahari dan pakai tabir surya.
  • Tunda olahraga berat sekitar 1 sampai 2 hari.
  • Bila juga menjalani perawatan berbasis alat, seperti laser atau radiofrekuensi, atur jaraknya beberapa minggu dari sesi skin booster sesuai arahan dokter.

Pertanyaan yang sering muncul

Skin booster tahan berapa lama?

Efeknya tidak menetap. Pada polinukleotida, efek dilaporkan sekitar 6 sampai 12 bulan setelah rangkaian awal. Pada asam hialuronat, lamanya bervariasi menurut produk; salah satunya tercatat hingga sekitar 9 bulan. Setelah itu umumnya perlu sesi lanjutan.

Apakah skin booster sakit?

Ada rasa tidak nyaman karena suntikannya di banyak titik kecil. Krim anestesi sering dioleskan dulu untuk menguranginya, tergantung jenis tindakan dan kenyamananmu. Rasa perih atau pegal ringan sesudahnya biasanya cepat hilang.

Apa bedanya skin booster dan filler?

Filler mengisi atau membentuk area tertentu dengan gel yang lebih padat. Skin booster umumnya disebar dalam jumlah kecil di banyak titik untuk memperbaiki kualitas kulit, seperti hidrasi dan kilau, tanpa mengubah bentuk wajah.

Apakah skin booster bikin ketergantungan?

Sejauh ini tidak ada bukti kulit menjadi tergantung. Saat perawatan dihentikan, efeknya memudar perlahan seiring bahan terurai, lalu kulit kembali mengikuti kondisi dan proses penuaan alaminya.

Apakah skin booster aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Data keamanannya belum memadai, sehingga praktisi umumnya menyarankan menunda sampai masa hamil dan menyusui selesai. Sementara itu, fokus pada pelembap dan tabir surya yang aman untuk masa ini.

Berapa biaya skin booster?

Biayanya bervariasi menurut jenis bahan, jumlah yang dipakai, dan jumlah sesi. Di Lunix Beauty Bar, skin booster termasuk perawatan dokter. Harga tiap pilihan tercantum di halaman Perawatan Dokter, sedangkan jumlah sesi yang sesuai untukmu dibahas dokter dalam konsultasi gratis.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti konsultasi. Jenis, jumlah sesi, dan jarak antarsesi ditentukan setelah pemeriksaan. Hasil berbeda pada setiap orang.

Sumber

  1. Rho NK, Kim HS, Kim SY, Lee W. Injectable "Skin Boosters" in Aging Skin Rejuvenation: A Current Overview. Archives of Plastic Surgery, 2024;51(6):528-541
  2. Zhou R, Yu M. The Effect of Local Hyaluronic Acid Injection on Skin Aging: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Cosmetic Dermatology, 2025;24(1)
  3. DermNet: Hyaluronic acid therapy (fillers)
  4. EyeWiki, American Academy of Ophthalmology: Periorbital Polynucleotide Injections
  5. BPOM: Temuan Produk yang Didaftarkan sebagai Kosmetik, namun Digunakan/Diaplikasikan Selayaknya Obat (siaran pers, 12 November 2024)

Siap untuk jadwal berikutnya?

Pilih cabang, treatment, dan jam yang kamu mau. Tim cabang akan mengonfirmasi jadwalmu.

Booking WhatsApp