Menghilangkan Bulu Ketiak Permanen, Bisakah? Fakta soal Laser dan IPL
Menghilangkan bulu ketiak permanen: apa artinya sebenarnya?
Kata "permanen" sering muncul di iklan hair removal. Dalam dermatologi, ada dua hal yang berbeda. Pengurangan bulu jangka panjang berarti jumlah bulu turun banyak dan bertahan lama, tetapi sebagian masih bisa tumbuh. Penghilangan permanen berarti folikel tidak lagi menumbuhkan bulu.
Laser dan IPL termasuk golongan pengurangan. DermNet, rujukan dermatologi asal Selandia Baru, menggolongkan keduanya sebagai metode pengurangan bulu. Cleveland Clinic menyebut hasil laser semipermanen dan tidak menjamin bulu hilang total. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kebanyakan pasien tidak ditumbuhi bulu selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun; saat tumbuh lagi, bulunya cenderung lebih sedikit, lebih halus, dan lebih terang. Tinjauan Cochrane 2006 hanya menemukan bukti efek jangka pendek; hilangnya bulu dalam jangka panjang belum terdokumentasi untuk alat mana pun saat itu.
Elektrolisis berbeda. Metode ini merusak folikel satu per satu dengan jarum halus dan arus listrik, dan DermNet menggolongkannya sebagai penghilangan bulu permanen. Konsekuensinya, prosesnya lama karena dikerjakan helai demi helai. DermNet juga mencatat bahwa laser terasa lebih ringan dan jauh lebih cepat dibanding elektrolisis.
Kenapa laser dan IPL butuh beberapa sesi
Laser dan IPL bekerja lewat pigmen. Sinar diserap melanin di batang dan akar bulu, berubah menjadi panas, lalu panas itu merusak folikel. Karena kulit ikut menerima sinar, energi alat perlu disesuaikan dengan warna kulitmu.
Masalahnya, bulu tidak tumbuh serempak. Setiap folikel bergiliran melewati fase tumbuh, fase peralihan, dan fase istirahat. Sinar bekerja lebih efektif pada bulu yang sedang aktif tumbuh. Bulu yang sedang istirahat baru terjangkau di sesi berikutnya.
Itu sebabnya hasil datang bertahap. AAD mencatat pengurangan sekitar 10–25% setelah sesi pertama, dan kebanyakan pasien membutuhkan 2–6 sesi dengan jarak 4–6 minggu. Cleveland Clinic menyebut umumnya perlu 4–6 sesi berjarak beberapa minggu, lalu sesi perawatan berkala sekitar setiap 6–12 bulan bila diperlukan. DermNet mengingatkan bahwa pertumbuhan kembali bulu bisa baru terlihat 3–6 bulan setelah tindakan, jadi hasil sebenarnya dinilai beberapa bulan kemudian. Jumlah sesi yang kamu perlukan berbeda pada tiap orang, karena bergantung pada warna dan ketebalan bulu, warna kulit, serta alat yang dipakai.
IPL atau laser diode untuk ketiak?
IPL (intense pulsed light) memancarkan cahaya dengan rentang panjang gelombang yang lebar. Laser diode umumnya memancarkan satu panjang gelombang yang terfokus, meski sebagian alat menggabungkan beberapa. Keduanya menyasar melanin, tetapi cara energinya sampai ke folikel berbeda.
Satu uji acak di British Journal of Dermatology (2013) membandingkan keduanya langsung di ketiak 30 orang: satu sisi IPL, sisi lain laser diode, masing-masing 6 sesi berjarak 4 minggu. Dua belas bulan setelah sesi terakhir, jumlah bulu berkurang rata-rata 69,2% di sisi diode dan 52,7% di sisi IPL. Diode terasa lebih sakit, tetapi waktu tindakannya sedikit lebih singkat. Studi ini tidak mencatat efek samping berat pada kedua sisi.
Pesertanya berkulit terang hingga sedang (tipe II–III), jadi angka ini gambaran, bukan patokan. Tinjauan sistematis 2020 pada kulit tipe III–VI, rentang yang mencakup kulit sawo matang, menyimpulkan hasil laser dan IPL secara umum mirip, dengan kecenderungan pengurangan bulu lebih besar pada laser. Khusus laser diode, pengurangan jumlah bulunya tidak berbeda bermakna dari IPL, sementara rasa sakitnya lebih tinggi.
Karena hasilnya bertahap, hitung biaya per rangkaian, bukan per kunjungan. Di Lunix Beauty Bar, IPL hair removal untuk ketiak Rp 99.000 per sesi. Laser Hair Removal PRO diode dihargai menurut ukuran area, dan ketiak termasuk ukuran Small: Rp 249.000 per sesi, atau paket 3 sesi Rp 499.000 yang berlaku 12 bulan. Ukuran Medium Rp 349.000 dan Large Rp 449.000 per sesi. Harga sama di ketiga cabang, per 31 Oktober 2026, dan dapat berubah.
| Aspek | IPL | Laser diode |
|---|---|---|
| Jenis cahaya | Spektrum lebar, banyak panjang gelombang | Umumnya satu panjang gelombang terfokus |
| Pengurangan bulu ketiak 12 bulan setelah 6 sesi (studi 2013, 30 orang, kulit tipe II–III) | Rata-rata 52,7% | Rata-rata 69,2% |
| Rasa saat tindakan (studi yang sama) | Lebih ringan | Lebih terasa |
| Waktu tindakan per ketiak (studi yang sama) | Rata-rata sekitar 40 detik | Rata-rata sekitar 33 detik |
| Kulit tipe III–VI (tinjauan 2020) | Pembanding | Pengurangan bulu tidak berbeda bermakna dari IPL; rasa sakit lebih tinggi |
Efek samping yang perlu kamu tahu
Efek yang umum biasanya ringan dan singkat. AAD menyebut kemerahan dan bengkak yang sering mirip terbakar matahari ringan, umumnya reda dalam 1–3 hari. Cleveland Clinic menambahkan rasa menyengat yang bisa bertahan sehari atau dua hari.
Efek yang jarang tapi perlu diketahui: lepuh atau luka bakar ringan, bekas luka, serta kulit menjadi lebih terang atau lebih gelap. Menurut DermNet, penggelapan kulit setelah peradangan lebih sering terjadi pada kulit gelap, warnanya cenderung lebih pekat, dan lebih lama pudar. Karena itu, teknik dan pengaturan alat sangat menentukan.
Ada dua hal yang jarang dibahas. Pada sebagian kecil orang, bulu halus berwarna gelap justru tumbuh di area sekitar yang tidak dirawat; efek ini lebih sering dilaporkan setelah IPL dan laser alexandrite. Produksi keringat setempat juga bisa bertambah atau berkurang. Satu studi laser Nd:YAG pada ketiak mencatat keringat yang bertambah masih bertahan setahun kemudian. Jenis lasernya berbeda dari diode dan IPL, tetapi layak kamu tanyakan bila keringat ketiak sudah jadi keluhan.
Persiapan dan perawatan setelah sesi
Langkah kecil ini membantu kulit tetap tenang:
- Mencukur boleh. Cukur memotong batang bulu tanpa mengangkat akarnya, jadi sasaran sinar tetap ada.
- Hindari waxing, mencabut, dan epilator menjelang dan di antara sesi, karena ketiganya mengangkat akar bulu.
- Hindari deodoran, parfum, dan produk lain yang berpotensi mengiritasi ketiak sebelum dan sesudah tindakan, sesuai saran Cleveland Clinic.
- Setelah sesi, kompres dingin dapat membantu meredakan kemerahan dan rasa hangat.
- Bersihkan ketiak dengan lembut. Jangan digosok atau dikerok.
- Pakai deodoran lagi setelah kemerahan reda, dan pilih produk yang lembut.
Cara rumahan vs klinik
Cara rumahan tetap sah dipakai, asal kamu tahu batasnya. Semuanya bersifat sementara.
Kalau kamu memilih mencukur, DermNet menyarankan pisau cukur yang tajam, gel atau krim cukur yang didiamkan 2–3 menit, mencukur searah tumbuhnya bulu, dan usahakan cukup satu kali sapuan.
- Mencukur: cepat dan murah, tetapi bulu muncul lagi dalam hitungan hari. Cukur tidak membuat bulu tumbuh lebih tebal; ujung bulu yang terpotong tumpul hanya terasa lebih kasar. Risikonya iritasi, luka kecil, dan bulu tumbuh ke dalam.
- Waxing dan mencabut: hasil bertahan beberapa minggu karena akar ikut tercabut. Risikonya nyeri, iritasi, dan bulu tumbuh ke dalam.
- Krim perontok: melarutkan batang bulu di permukaan kulit. Lakukan uji tempel dulu karena bisa memicu iritasi.
- Kunyit, lemon, dan ramuan lain: belum ada bukti medis bahwa bahan ini menghentikan pertumbuhan bulu.
- Laser dan IPL: butuh biaya dan beberapa sesi, tetapi pengurangan bulunya umumnya bertahan lebih lama dibanding cara rumahan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa kali laser ketiak sampai bulunya tidak tumbuh lagi?
Umumnya 2–8 sesi, kadang lebih, dengan jarak sekitar 4–8 minggu untuk mendapat pengurangan yang berarti. Bulu biasanya tidak berhenti tumbuh sepenuhnya, jadi sebagian orang memerlukan sesi perawatan berkala, misalnya tiap 6–12 bulan. Jumlah pastinya bergantung pada bulu dan kulitmu, dan bisa kamu tanyakan saat konsultasi.
Apakah bulu ketiak bisa tumbuh lagi setelah laser?
Bisa. Laser dan IPL mengurangi bulu dalam jangka panjang, bukan menghilangkannya selamanya. Menurut AAD, bulu yang tumbuh lagi cenderung lebih sedikit, lebih halus, dan lebih terang warnanya.
Apakah laser bulu ketiak sakit?
Biasanya terasa hangat atau menyengat sesaat. Dalam studi perbandingan di ketiak, laser diode terasa lebih sakit dibanding IPL. Menurut AAD, sebagian pasien diberi gel pemati rasa sebelum tindakan. Pemakaiannya ditentukan tenaga medis, jadi tanyakan dulu bila kamu khawatir soal rasa.
Bolehkah mencukur bulu ketiak di antara sesi?
Boleh. Mencukur tidak mengangkat akar bulu, jadi tidak mengganggu sesi berikutnya. Yang perlu dihindari adalah waxing, mencabut, dan epilator.
Kapan boleh pakai deodoran lagi setelah laser ketiak?
Tunggu sampai kemerahan dan rasa menyengat reda, lalu pilih deodoran yang lembut. Ikuti juga arahan yang diberikan setelah sesi, karena kondisi kulit tiap orang berbeda.
Apakah laser bulu ketiak bisa membuat ketiak lebih cerah?
Tujuan hair removal adalah mengurangi bulu, bukan mencerahkan kulit. Ketiak yang lebih gelap umumnya tergolong hiperpigmentasi pascaradang, yaitu kulit menggelap setelah iritasi berulang, misalnya iritasi cukur atau gesekan. Bila kulit ketiak menebal dan terasa seperti beludru, periksakan ke dokter karena bisa menjadi tanda akantosis nigrikans yang berkaitan dengan resistensi insulin.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti konsultasi. Jenis, jumlah sesi, dan jarak antarsesi ditentukan setelah pemeriksaan. Hasil berbeda pada setiap orang.
Sumber
- American Academy of Dermatology: Laser hair removal FAQs
- Cleveland Clinic: Laser Hair Removal
- DermNet: Hair removal techniques
- DermNet: Lasers in dermatology
- DermNet: Shaving
- DermNet: Postinflammatory hyperpigmentation
- DermNet: Acanthosis nigricans
- Klein A, dkk. Photoepilation with a diode laser vs. intense pulsed light: a randomized, intrapatient left-to-right trial. Br J Dermatol 2013
- Haedersdal M, Gøtzsche PC. Laser and photoepilation for unwanted hair growth. Cochrane Database Syst Rev 2006
- Dorgham NA, Dorgham DA. Lasers for reduction of unwanted hair in skin of colour: a systematic review and meta-analysis. J Eur Acad Dermatol Venereol 2020
- Lolis MS, Marmur ES. Paradoxical effects of hair removal systems: a review. J Cosmet Dermatol 2006
- Aydin F, dkk. Axillary hair removal with 1064-nm Nd:YAG laser increases sweat production. Clin Exp Dermatol 2010
- Castanedo-Cazares JP, dkk. Topical niacinamide 4% and desonide 0.05% for treatment of axillary hyperpigmentation. Clin Cosmet Investig Dermatol 2013